Wisata Puncak Batu Pengantin

Folklore Batu Pengantin di Lereng Wisata Kelir,  Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

foto dari @habibhasbullah220897

Lereng Kelir Semarang- Merupakan salah satu wisata di Kabupaten Semarang, Kecamatan Jambu, Desa Brongkol, Dusun Gertas dengan konsep gardu pandang yang sedang populer dan hits untuk memenuhi feeds instagram muda-mudi. Dari gardu pandang Wisata Lereng Kelir Semarang ini, banyak wisatawan yang mengunjungi wisata di puncak lereng kelir ini untuk memandang pegunungan dan laut utara.

Kecamatan Jambu sendiri diapit oleh banyak bukit oleh karena itu sangat cocok untuk memandang hijaunya alam dari atas bukit, sehingga tempat wisata ini menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk menikhmati alam yang jarang ada di Kabupaten Semarang. Dari Lereng Kelir ini, hampir sebagian kecil wilayah Semarang selatan dapat terlihat.

Untuk Lokasi Lereng Kelir ini berada di Dusun Gertas dengan rute dari Kota Semarang sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Dan sesampainya di lokasi parkir Lereng Kelir ini pengunjung perlu berjalan kaki dan mendaki selama 1,5 jam melalui Dusun Gertas dan jalan yang ditempuh pun dirasa cukup terjal dan menguras tenaga namun sesampainya di atas, maka rasa lelah tidak akan terasa sebab udara segar dan pemandangan alam yang asri akan membayar keletihan kita.

Di jalan menuju gardu Lereng Kelir, para pengunjung akan menemukan sebuah batu besar dipinggir tebing gunung yang dip agar kayu. Warga Desa Brongkol menyebut batu tersebut dengan sebutan “Batu Pengantin” sehingga puncak tebing tersebut biasa disebut oleh penduduk Desa Brongkol sebagai Puncak Batu Pengantin.

Sebutan Batu Pengantin tidak disematkan begitu saja. Terdapat cerita atau filosofi dari penamaan Batu Pengantin tersebut oleh penduduk sekitar. Berdasar dari tetua dan pemuda-pemudi Dusun Gertas sendiri, konon dahulu di puncak batu tersebut pernah menjadi titik temu sepasang calon pengantin. Namun dihari saat pertemuan sepasang calon pengantin tersebut, mereka tidak kembali turun dah hilang begitu saja. Folklore inilah yang menjadi awal mula sebutan Batu Pengantin. Sebab di batu tersebut, sepasang calon pengantin tersebut hilang tanpa jejak dan bekas. Dan Folklore ini dipercaya menjadi asal-usul Puncak Batu Pengantin yang ada di Wisata Lereng Kelir, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Akses dan rute menuju wisata Batu Pengantin

Karena spot wisata ini masih sangat baru, jadi akses jalan menuju lokasi terbilang kurang baik, papan penunjuk arah juga belum tersedia. Beberapa kilo sebelum tiba di lokasi, kamu akan diajak untuk menempuh jalanan berkelok. Tapi kerja keras tak pernah berkhianat pada hasil toh? Saat tiba di lokasi kamu akan disergap hawa dingin yang menyejukkan.

Untuk rutenya, kamu bisa langsung menuju Desa Brongkol. Karena lokasinya cukup tersembunyi, kami sarankan untuk bertanya ke warga setempat lokasi wisata Batu Pengantin saat tiba di Desa Brongkol. Jarak tempuh dari pusat kota Semarang menuju lokasi sekitar 57,6 km atau memakan waktu perjalanan sekitar 1 jam 11 menit melalui Jl. Tol Ungaran-Bawen atau melalui Jl. Raya Suruh – Karanggede/Jl. Semarang-Surakarta/Jl. Semarang – Yogyakarta.

translation in English

https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/folklore-batu-pengantin-matrimonial.html

Diterbitkan oleh Desa Brongkol

E-mail us : sekretariatdesabrongkol@yahoo.com

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai