Featured

Profile singkat desa Brongkol

About Us

Desa Brongkol

Desa Brongkol merupakan salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Brongkol yang terletak di kaki Gunung Kelir, yaitu sebuah gunung kecil yang terletak di sebelah utara Gunung Telomoyo, sehingga desa ini di kelilingi pegunungan dengan alam yang masih asri dan udara sejuk.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki Brongkol menjadi desa yang memiliki potensi alam yang luar biasa, salah satunya adalah Durian. Potensi alam yang dimiliki antara lain produsen durian, kopi, cengkeh, dan hasil pertanian seperti padi dan hasil tani lain. Dengan kekayaan sumber daya alam yang ada tidak heran Brongkol menjadi produsen durian terbesar se-Jawa Tengah dan menjuarai berbagai kontes nasional sebagai penghasil durian terbaik dengan berbagai macam jenis durian seperti durian montong, musangking, pletot, kendil, kopek, jambon, sukun, dan kenteng. Salah stu dusun penghasil durian terbanyak terpusat di dusun Tabag Gunung.

Selain komoditi durian, Brongkol juga menjadi pemasok kopi. Lahan hutan yang ditumbuhi subur dengan tumbuhan kopi menjadikan desa Brongkol menjadi penghasil kopi yang berkualitas premium. Jenis kopi yang ada antara lain kopi robusta dan arabica. Salah satunya adalah kopi Gunung Kelir yang ada di Dusun Gertas yang telah diakui dikancah internasional dan nasional.

Setelah mengetahui potensi agrikultur maka Desa Brongkol juga memiliki potensi wisata alam yang patut dikunjungi, salah satunya adalah keindahan alam pegunungan, salah satunya destinasi wisata Puncak Lereng Kelir, Batu Pengantin, dan Kali Ngancar.

Brongkol juga menjadi desa wisata edukasi dan budaya. Disini kita bisa mempelajari bagaimana penanaman durian dan kopi, selain itu kita dapat menikmati pemandangan alam ditengah hutan dan mengalami pengalaman menangkap ikan yang hidup di kolam buatan alami dan menangkapnya lalu mengkonsumsinya secara langsung. Terdapat pula berbagai macam kebudayaan yang masih lestari. Kebudayaan yang ada di desa Brongkol antara lain Susuk wangan, tradisi panen kopi raya, tradisi sedekah bumi di puncak gunung kelir, tari kuda lumping dan musik gamelan. Jangan ketinggalan juga rasakan acara rutin desa setiap minggu pagi yaitu Kolbu atau jalan santai yang berada di tengah persawahan dan pemandangan pegunungan dipahi hari dengan udara sejuk nan dingin serta jelajahi kuliner yang tersedia disepanjang jalan Kalbu yang menghubungkan antara desa Brongkol dan Jambu yang menjadikan cikal bakal nama Kolbu.

Sekian informasi singkat yang wajib anda ketahui, dan jangan lupa untuk mengunjungi Desa Brongkol sekarang juga sebagai daftar wisata yang anda kunjungi ! Terimakasih

Contact us :
E-mail : sekretariatdesabrongkol@yahoo.com

Grafik Statistik Potensi Desa Brongkol

Brongkol adalah sebuah desa di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi Di kaki Gunung Kelir, sebuah gunung kecil di sebelah utara Gunung Telomoyo. Desa Brongkol bisa dikatakan desa makmur karena mempunyai kebun di lereng gunung, dan di kaki gunung terbentang luas sawah yang subur. Desa Brongkol terkenal sebagai produsen durian dan kopi yang unggul, Durian Brongkol memiliki ciri- ciri berwarna kuning, cita rasanya yang manis sedikit pahit, dan aroma harum yang menyengat. Durian Brongkol sudah berkali-kali memenangkan kejuaraan tingkat Nasional. Adapun jenis duriannya adalah kendil, kopek, jambon, sukun, dan kenteng. Dari durian yang berlimpah ini, penduduk diajari untuk membuat berbagai produk. Kopi yang terkenal di Desa Brongkol disebut sebagai Kopi Gunung Kelir, cita rasa kopi dengan aroma moka yang khas membuat kopi kelir dicintai oleh para penikmat kopi.

Grafis informasi atau infografis adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas. Statistik dan fakta biasanya berfungsi sebagai konten untuk infografis, dan dapat diperoleh dari sejumlah sumber, termasuk data sensus penduduk. Salah satu aspek yang paling penting dari infografis adalah bahwa mereka mengandung semacam wawasan data yang mereka sajikan yang disebut pengetahuan. Tujuan dibuatnya grafik potensi Desa Brongkol adalah untuk lebih mengenalkan potensi yang dimiliki desa agar masyarakat yang membaca lebih mengerti mengenai data dan tertarik untuk memahami kekayaan sumber daya manusia dan alam di desanya sendiri.

Dalam infografis potensi desa melampirkan grafik diagram dan persentase angka masing- masing kategori data, seperti mata pencaharian, agama, status perkawinan, tingkat pendidikan, dan luas penggunaan lahan desa. Untuk mata pencaharian penduduk di Desa Brongkol mayoritas bekerja sebagai petani/ pekebun karena sektor perkebunan serta pertanian begitu unggul dan tinggi potensinya. Sedangkan untuk tingkat Pendidikan, mayoritas penduduk di Desa Brongkol adalah tamat SD yaitu sebesar 37,31%. Lalu, mayoritas penduduk beragama islam dengan total sebanyak 3889 penduduk, dengan status perkawinan mayoritas sudah menikah. Untuk luas penggunaan lahan desa, lahan untuk perkebunan kopi memiliki persentase terbesar dibandingkan dengan lahan durian, padi, cengkeh ataupun alpukat. Ini bisa disimpulkan bahwa, sektor perkebunan dan pertanian berpotensi sangat besar sehingga mempengaruhi mata pencaharian penduduk Desa Brongkol.

Visualisasi Demografi Kependudukan Desa Brongkol

            Demografi atau ilmu kependudukan adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Untuk memudahkan dalam menginterpretasi data demografi, dibuatlah sebuah visualisasi infografis yang menjelaskan mengenai piramida penduduk dan rasio kependudukan.

            Desa Brongkol merupakan sebuah desa di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang yang memiliki luas wilayah 588 Ha dengan total penduduk sebanyak 4253 jiwa. Dari dua data tersebut dapat dihitung kepadatan penduduk di Desa Brongkol yaitu sebesar 7,23 artinya jumlah penduduk tiap satuan luas (ha) terdapat 7 penduduk tiap satu ha luas Desa Brongkol. Dalam infografis juga dilampirkan mengenai piramida kependudukan desa, data terbagi berdasarkan kelompok umur masyarakat di Desa Brongkol. Dengan presentase jumlah laki- laki sebesar 49,82% dan perempuan 50,18%, artinya distribusi penduduk laki- laki dan perempuan di Desa Brongkol tersebar secara merata, karena keduanya memiliki selisih yang tidak jauh/ signifikan. Untuk rasio terbagi menjadi 3, yaitu rasio jenis kelamin, rasio wanita – anak, dan rasio ketergantungan. Tiap rasio memiliki arti dan penjelasan masing- masing mengenai keadaan penduduk desa. Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan, dengan rasio sebesar 99,3%, artinya terdapat 99 laki-laki dari 100 penduduk perempuan di Desa Brongkol. Selanjutnya, Rasio Anak Wanita (Child Woman Ratio) adalah perbandingan jumlah anak laki-laki dan perempuan berumur 0-4 tahun dengan jumlah wanita usia reproduksi (15-49 tahun), dengan rasio sebesar 26,77% artinya terdapat 26 jumlah anak dari 100 perempuan Desa Brongkol. Dan yang terakhir adalah Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja), dengan rasio sebesar 42,05%, artinya terdapat 42 penduduk usia nonproduktif dari 100 penduduk usia produktif.

            Piramida penduduk adalah komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin. dua diagram batang, pada satu sisi menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya bisa menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. Desa Brongkol memiliki data yang selalu diupdate setiap hari, dengan data penduduk menurut kelompok umur per tanggal 11 Juli 2019, penduduk terbanyak terdapat pada kelompok umur 35 – 39 tahun dengan persentase sebesar 8,64% untuk laki- laki dan 8,29% untuk penduduk perempuan. Dengan total penduduk laki- laki sebanyak 2119 jiwa dan perempuan sebanyak 2134 jiwa.

Wisata Puncak Lereng Kelir Gertas Ambarawa

Desa Brongkol yang memiliki potensi alam yang luar biasa dengan kekayaan alamnya yang indah dan melimpah memiliki beberapa spot destinasi wisata yang bisa anda kunjungi untuk mengisi waktu liburan dan menyegarkan pikiran dari rutinitas sehari-hari apalagi untuk merasakan jauhnya keramaian kota dan menikmati udara sejuk.

Bagi kalian yang ingin tahu, apa sajakah wisata yang terdapat di Desa Brongkol maka simak terus ulasan dibawah ini traveler!

Lereng Kelir adalah sebuah tempat wisata alam baru yang ada di Ambarawa, Jawa Tengah. Karena memiliki keunikan dan pemandangan alam yang diakui sangat menakjubkan oleh banyak orang, Lereng Kelir dengan sangat cepat menjadi populer.

Lokasi Lereng Kelir

Lereng Kelir terletak di sebuah desa di Kecamatan Jambu, Ambarawa. Nama desa tersebut adalah Desa Brangkol, sebuah desa kecil yang memiliki nuansa pedesaan yang cukup asri.

Untuk bisa mencapai ke lokasi, Anda harus menempuh perjalanan mendaki via Dusun Gertas selama kurang lebih 2 jam. Trek yang harus dilalui juga cukup terjal dan lumayan menguras tenaga. Jadi Anda perlu persiapan stamina yang ok sebelum memutuskan untuk berkunjung kesini.

Apa Saja Yang Menarik Dari Lereng Kelir Ini?

Bagi Anda yang masih bingung menentukan tempat yang seru untuk menghabiskan waktu libur akhir tahun maka Lereng Kelir di Ambarawa ini harus Anda pertimbangkan. Ada banyak sekali pengalaman seru yang bisa Anda dapatkan di sini.

1. Spot Foto Dengan Pemandangan Alam Yang Menakjubkan


2. Pemandangan Yang Indah Saat Sunrise

Mengingat posisinya yang berada di tengah wilayah pegunungan yang ada di Jawa Tengah, maka puncak lereng kelir ini menjadi spot yang sangat strategis untuk menikmati pemandangan saat matahari terbit. Anda harus datang subuh untuk mendapatkan momen sunrise di lereng kelir ini.

sunrise di puncak lereng kelir

Jika cuaca sedang bagus (tidak mendung atau hujan) Anda akan mendapatkan pemandangan menakjubkan yang tercipta saat sunrise. Gunung-gunung yang mengelilingi wilayah ini akan membentuk siluet yang indah di bawah awan orange. Seperti berdiri di hadapan lukisan alam mahakarya Sang Pencipta. Momen ini banyak di buru oleh para wisatawan yang datang. Dengan sedikit perjuangan, Anda juga bisa mendapatkannya.

3. Hiking Yang Menantang

Ini adalah momen menantang yang harus Anda lewati sebelum sampai ke puncak. Dari bawah Anda harus hiking dengan trek mendaki selama 2 jam. Perlu stamina yang bagus agar Anda tidak menyerah di tengah jalan.

Bagi Anda yang yang sudah terbiasa mendaki gunung mungkin ini adalah hal yang biasa. Namun bagi Anda para pemula sebaiknya siapkan dulu stamina Anda dengan baik. Karena jalan yang akan di lewati cukup terjal dan menguras tenaga. Jangan lupa untuk membawa bekal air minum, juga pertimbangkan barang bawaan Anda. Jangan membawa barang yang tidak terlalu penting karena hanya akan menambah beban Anda. Walaupun melelahkan, namun sepanjang perjalanan Anda akan merasakan udara yang sejuk dan bersih.

4. Camping Ground Yang Seru

Para pengunjung yang datang tidak hanya sekedar menikmati pemandangan saja, namun beberapa di antara mereka juga banyak yang melakukan camping. Bagi Anda yang berniat untuk berkemah di Puncak Lereng Kelir, Anda perlu membawa semua perbekalan yang di perlukan sebelum naik ke puncak.

Daerah yang bisa di gunakan untuk camping juga cukup luas, Anda bisa mengajak beberapa teman Anda agar camping menjadi lebih seru. Bonus yang bisa Anda dapatkan jika bermalam di Puncak Lereng Kelir adalah pemandangan pada saat malam hari yang yang sangat indah. Kelap kelip lampu rumah penduduk yang menghiasi pemandangan dari atas akan terlihat di jamin akan membuat suasana camping Anda menjadi sangat menyenangkan.

Harga Tiket Masuk Lereng Kelir

tiket masuk lereng kelir

Pada hari biasa: Rp. 5000
Pada weekend: Rp. 7000

Kunjungi media sosial kami

Facebook : WISATA LERENG KELIR
Instagram : @wisatalerengkelir

jika anda berniat mengunjungi tempat ini maka anda dapat memesan ojek yang memgantarkan anda ke puncak berikut nomor yang dapat dihubungi

POS ojek Lereng Kelir :
– 085 216 358 619
– 081 328 158 599
– 082 245 343 881

Sekian informasi dari Kami terus update berita terbaru kami, Terimaksih!

Brongkol local tradition: Panen raya kopi di Lereng Kelir

Tradisi Panen Raya Kopi Warga Lereng Kelir, Desa Brongkol

Dusun Gertas, Lereng Kelir-Tradisi Panen Raya Kopi merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan warga di Dusun Gertas, Desa Brongkol hingga saat ini. Tujuan dari tradisi Panen Raya Kopi ini sendiri tak lain sama dengan tujuan dari diselenggarakannya tradisi Sedekah Bumi, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur warga nya.

Tradisi Panen Raya Kopi ini dilaksakanan sejak pagi hari dan diawali dengan pagelaran tari-tarian yang dilakukan oleh beberapa kelompok pria dengan iringan alunan music lagu syair-syair Islami yang melambangkan rasa syukur terhadap Sang Pencipta.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan memotong tumpeng, kemudian memanen biji kopi secara bersama-sama atau massal. Dan setelah panen kopi dilakukan, warga akan melakukan arak-arakan keliling desa yang pada akhir acara akan diakhiri dengan makan bersama di sepanjang jalanan desa ±200 meter. Tradisi Panen Raya Kopi ini dilakukan setiap Warga Lereng Kelir, Desa Brongkol panen raya kopi.

translation in English
https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/local-culture-of-brongkol-village-kopi.html

Sedekah Bumi di Desa Brongkol

Tradisi Sedekah Bumi di Puncak Lereng Kelir, Desa Brongkol

Sedekah bumi dilakukan para warga Lereng Kelir, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta.

foto diambil dari Google.com

Kegiatan sedekah bumi ini diawali para warga dengan berjalan sejauh 1,5 kilometer untuk melakukan sedekah bumi di puncak Lereng Kelir dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut. Para warga berbondong-bondong berjalan dengan membawa gunungan berupa nasi tumpeng, buah, dan sayur-sayuran yang merupakan hasil bumi. Dan sesampainya di puncak Lereng Kelir, para warga yang ikut dalam arak-arakan pawai tersebut akan melakukan doa bersama sebagai wujud dan ungkapan rasa syukur mereka atas panen yang melimpah ruah, warga Desa Lereng Kelir juga bersyukur atas keindahan alam yang bisa dijadikan objek wisata. Dan acara tradisi sedekah bumi ini di akhiri warga dengan makan bersama usai rebutan gunungan hasil bumi.

Sedekah Bumi atau bersih desa adalah suatu ritual budaya peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu. Di masa Hindu, ritual tersebut dinamakan sesaji bumi atau laut. Dan di masa Islam, terutama masa Walisongo ritual budaya sesaji bumi tersebut tidak dihilangkan namun dipakai sebagai sarana untuk melestarikan atau mensyiarkan ajaran Iman dan Takwa secara Islam. Para Wali menumpang ritual budaya sesaji bumi atau laut yang dulunya untuk alam diubah namanya menjadi sedekah bumi yang diberrikan kepada manusia khususnya anak yatim dan fakir miskin tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.

Tradisi sedekah bumi ini menurut Talcott Parsons dilakukan para warga Lereng Kelir, Desa Brongkol sebagai alat keseimbangan sosial. Sebab fungsi dari sedekah bumi ini sebagai pemersatu masyarakat dan peningkatan solidaritas. Dan karena fungsi inilah mengapa tradisi sedekah bumi masih bertahan di Desa Brongkol dari dahulu kala hingga sekarang ini. Sebab concern utama masyarakat Desa Brongkol sendiri pada peningkatan solidaritas warga masyarakatnya.

translation in English
https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/indonesian-tradition-earthalms-sedekah.html

Brongkol local culture: Tradisi Susuk Wangan di desa Brongkol

SUSUK WANGAN

Brongkol- Minggu (28/7) Dusun Gembongan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang mengadakan tradisi Sowangan atau Susuk Wangan dengan tema Amerti Tirta. Susuk Wangan sendiri merupakan tradisi lokal  10 Desa di Kecamatan Jambu untuk membumikan kembali nilai tradisi adiluhung warisan budaya dari leluhur. Untuk tema Amerti Tirta sendiri memiliki arti ngruwat banyu atau merawat air. Jadi, Susuk Wangan merupakan tradisi para leluhur agar sadar terhadap aliran air dengan cara membersihkan kali dan sumber mata air.

“Foto oleh TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Brongkol Kec. Jambu Kab. Semarang”

Susuk Wangan Amerti Tirta sendiri merupakan tradisi yang dilaksakan setiap akhir Juli menjelang Agustusan di 10 Desa yang ada di Kecamatan Jambu antara lain, Desa Jambu, Desa Bedono, Desa Gondoriyo, Desa Brongkol, Desa Rejosari, Desa Kuwarasan,  Desa Kelurahan, Desa Genting, Desa Gemawang dan Desa Kebondalem. Pada acara ini, juga disisipi acara adat berupa tumpengan, makan bareng dan tradisi lokal kesenian masyarakat.

Acara di Desa Brongkol sendiri di mulai pada pukul 08.00 WIB yang diawali dengan arak-arakan atau pawai bersama dengan iring-iringan kuda lumping dari Dusun Gembongan menuju ke pemandian atau sendhang Gembongan tepat di bawah Lereng Kelir, Dusun Brongkol, Kecamatan Jambu. Arak-arakan atau pawai diadakan amat meriah dengan diramaikan pula hampir seluruh warga Dusun Gembongan, Desa Brongkol dengan atribut atau pakaian daerah seperti lurik untuk laki-laki dan kebaya serta jarik untuk perempuan dengan iringan lagu dari gamelan yang ada.

Di Sendhang Gembongan sendiri telah di siapkan tratak dan berbagai kudapan atau makanan khas Desa Brongkol yang digelar di atas tikar, tak lupa kopi kelir khas Desa Brongkol disajikan untuk segala kalangan yang hadir di tradisi Susuk Wangan tersebut.

Tradisi Susuk Wangan Amerti Tirta ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Camat dari Jambu yakni beliau Bapak Muh Edy Sukarno. Yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Bapak Kepala Desa Brongkol yakni Bapak Heru Sandhora.  Setelah penyambutan, acara di lanjutkan dengan santap bersama ketupat, jangan tahu dan ayam bakar utuh di atas gelaran tikar. Suasana Guyub amat terasa di pagelaran tradisi Susuk Wangan tersebut.

Selesai menikhmati santapan khas Desa Brongkol, penampilan Kuda Lumping yang indah dengan iringan gamelan yang merdu hadir sebagai penutup acara tradisi Susuk Wangan Amerti Tirta di Dusun Gembongan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Kesuksesan penataan Sendhang Gembongan di Desa Brongkol sendiri tidak jauh dari usaha segenap warga Desa Brongkol, Pemuda Pemudi Desa Brongkol yang dapat menciptakan Sendhang yang bersih, terawat dan asri. Dan diharapkan acara tradisi seperti ini akan terus berlangsung di kemudian hari nya.

Tim II KKN UNDIP 2019 bersama anggota Insyaf sari Gembongan (Pemuda Gembongan)

translation in English
https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/experience-susuk-wangan-local-tradition.html

Kesenian Kuda Lumping di Desa Brongkol

Paguyuban Kuda Lumping Tri Budi Santosa, Dusun Tabag Gunung, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu

“Foto by TIM II KKN UNDIP 2019 Desa Brongkol”

Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian daerah Kabupaten Semarang tepatnya di Dusun Tabag Gunung, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu. Karena kepopuleran kesenian daerah Kuda Lumping milik Dusun Tabag Gunung sendiri, sehingga dibentuklah sebuah paguyuban Kuda Lumping di Dusun Tabag Gunung, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu yaitu Paguyuban Kuda Lumping Tri Budi Santosa. Paguyuban ini banyak mengisi acara-acara tradisi daerah setempat. Seperti salah satunya tradisi Susuk Wangan yang diadakan di Dusun Gembongan. Dalam tradisi tersebut diundanglah Paguyuban Kuda Lumping Tri Budi Santosa milik Dusun Tabag Gunung untuk mengisi acara Susuk Wangan tersebut. Paguyuban Kuda Lumping Tri Budi Santosa di Dusun Tabag Gunung sendiri terdiri dari para pemuda desa Brongkol yang tidak hanya berasal dari Dusun Tabag Gunung, namun dusun-dusun lainnya seperti Gertas, Krajan dan sebagainnya. Kesadaran para pemuda di Desa Brongkol ini dalam melestarikan kesenian daerah Kabupaten Semarang patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya supaya kesenian Kuda Lumping Kabupaten Semarang dapat merambah ke daerah di luar Semarang ataupun hingga Mancanegara.

Cek video nya disini

translation in English
https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/tri-budi-santosa-community-of-kuda.html

Wisata Puncak Batu Pengantin

Folklore Batu Pengantin di Lereng Wisata Kelir,  Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang

foto dari @habibhasbullah220897

Lereng Kelir Semarang- Merupakan salah satu wisata di Kabupaten Semarang, Kecamatan Jambu, Desa Brongkol, Dusun Gertas dengan konsep gardu pandang yang sedang populer dan hits untuk memenuhi feeds instagram muda-mudi. Dari gardu pandang Wisata Lereng Kelir Semarang ini, banyak wisatawan yang mengunjungi wisata di puncak lereng kelir ini untuk memandang pegunungan dan laut utara.

Kecamatan Jambu sendiri diapit oleh banyak bukit oleh karena itu sangat cocok untuk memandang hijaunya alam dari atas bukit, sehingga tempat wisata ini menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk menikhmati alam yang jarang ada di Kabupaten Semarang. Dari Lereng Kelir ini, hampir sebagian kecil wilayah Semarang selatan dapat terlihat.

Untuk Lokasi Lereng Kelir ini berada di Dusun Gertas dengan rute dari Kota Semarang sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Dan sesampainya di lokasi parkir Lereng Kelir ini pengunjung perlu berjalan kaki dan mendaki selama 1,5 jam melalui Dusun Gertas dan jalan yang ditempuh pun dirasa cukup terjal dan menguras tenaga namun sesampainya di atas, maka rasa lelah tidak akan terasa sebab udara segar dan pemandangan alam yang asri akan membayar keletihan kita.

Di jalan menuju gardu Lereng Kelir, para pengunjung akan menemukan sebuah batu besar dipinggir tebing gunung yang dip agar kayu. Warga Desa Brongkol menyebut batu tersebut dengan sebutan “Batu Pengantin” sehingga puncak tebing tersebut biasa disebut oleh penduduk Desa Brongkol sebagai Puncak Batu Pengantin.

Sebutan Batu Pengantin tidak disematkan begitu saja. Terdapat cerita atau filosofi dari penamaan Batu Pengantin tersebut oleh penduduk sekitar. Berdasar dari tetua dan pemuda-pemudi Dusun Gertas sendiri, konon dahulu di puncak batu tersebut pernah menjadi titik temu sepasang calon pengantin. Namun dihari saat pertemuan sepasang calon pengantin tersebut, mereka tidak kembali turun dah hilang begitu saja. Folklore inilah yang menjadi awal mula sebutan Batu Pengantin. Sebab di batu tersebut, sepasang calon pengantin tersebut hilang tanpa jejak dan bekas. Dan Folklore ini dipercaya menjadi asal-usul Puncak Batu Pengantin yang ada di Wisata Lereng Kelir, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Akses dan rute menuju wisata Batu Pengantin

Karena spot wisata ini masih sangat baru, jadi akses jalan menuju lokasi terbilang kurang baik, papan penunjuk arah juga belum tersedia. Beberapa kilo sebelum tiba di lokasi, kamu akan diajak untuk menempuh jalanan berkelok. Tapi kerja keras tak pernah berkhianat pada hasil toh? Saat tiba di lokasi kamu akan disergap hawa dingin yang menyejukkan.

Untuk rutenya, kamu bisa langsung menuju Desa Brongkol. Karena lokasinya cukup tersembunyi, kami sarankan untuk bertanya ke warga setempat lokasi wisata Batu Pengantin saat tiba di Desa Brongkol. Jarak tempuh dari pusat kota Semarang menuju lokasi sekitar 57,6 km atau memakan waktu perjalanan sekitar 1 jam 11 menit melalui Jl. Tol Ungaran-Bawen atau melalui Jl. Raya Suruh – Karanggede/Jl. Semarang-Surakarta/Jl. Semarang – Yogyakarta.

translation in English

https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/folklore-batu-pengantin-matrimonial.html

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai